Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara:

Gambar
 Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara: sistematis rasional sesuai wahyu Tujuannya: 👉 Menetapkan kesempurnaan Allah 👉 Menafikan segala kekurangan dari-Nya 🧩 II. PEMBAGIAN UTAMA 1. SIFAT WAJIB (20) A. SIFAT NAFSIYAH (1) 1. WUJUD (Ada) 📖 Dalil: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi.” (QS. Ibrahim: 32) ➡️ Makna: Allah pasti ada Tidak mungkin tidak ada B. SIFAT SALBIYAH (5) 2. QIDAM (Terdahulu / tidak berawal) 📖 Dalil: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. Al-Hadid: 3) 3. BAQA (Kekal) 📖 Dalil: “Semua yang ada di bumi akan binasa, dan tetap kekal wajah Tuhanmu.” (QS. Ar-Rahman: 26–27) 4. MUKHALAFATU LIL HAWADITS (Tidak menyerupai makhluk) 📖 Dalil: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. Asy-Syura: 11) 5. QIYAMUHU BINAFSIH (Berdiri sendiri, tidak butuh) 📖 Dalil: “Allah Maha Kaya dari seluruh alam.” (QS. Al-Ankabut: 6) 6. WAHDANIYAH (Esa) 📖 Dalil: “Katakanlah: Dia Allah Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) C....

Bahaya Memahami “Wajah, Tangan, Kaki” Secara Fisik dalam Aqidah

Gambar
Dalam sebagian penyampaian dakwah, lafaz seperti “wajah Allah”, “tangan Allah”, bahkan riwayat tentang “kaki” disampaikan seolah-olah itu anggota tubuh. Di sinilah letak bahaya besar dalam akidah. Padahal prinsip paling tegas dalam Al-Qur'an adalah: لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. الشورى: 11) Ayat ini adalah fondasi: Allah tidak menyerupai makhluk, tidak berbentuk, tidak tersusun dari bagian-bagian. Namun di sisi lain, memang ada lafaz seperti: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ “Tangan Allah di atas tangan mereka.” (QS. الفتح: 10) Dan: كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.” (QS. القصص: 88) Juga dalam hadits disebutkan: حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ “Hingga Tuhan Yang Maha Mulia meletakkan ‘kaki’-Nya ke dalamnya (neraka).” (HR. Bukhari & Muslim) Di sinilah ujian akidah: Apakah lafaz ini dipahami sebagai anggota tubuh? Jika iya, maka terjadi beberapa kerusakan besar: Menyeru...