Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Syu'abul Iman ( Cabang -cabang Iman)

Gambar
Pengertian Syu’abul Iman Pengertian Iman Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dengan memiliki fitrah tentang keyakinan adanya zat yang Maha Kuasa. Keyakinan ini dalam istilah agama disebut dengan iman. Dalam hal ini manusia telah menyatakan keimanannya kepada Allah Swt. sejak masih berada di alam ruh.  Sebagaimana yang tersebut dalam Surat al-A’raf ayat 172 berikut ini:  Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Swt mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman)  “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”  Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami),  kami bersaksi” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan,  “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”. Enam pilar iman itu antara lain adalah: 1. Iman kepada Allah Swt. 2. Meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah  Swt. 3. Mengimani keberadaan malaikat-malaikat  Allah Swt. 4. Meyakini dan menga...

Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara:

Gambar
 Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara: sistematis rasional sesuai wahyu Tujuannya: 👉 Menetapkan kesempurnaan Allah 👉 Menafikan segala kekurangan dari-Nya 🧩 II. PEMBAGIAN UTAMA 1. SIFAT WAJIB (20) A. SIFAT NAFSIYAH (1) 1. WUJUD (Ada) 📖 Dalil: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi.” (QS. Ibrahim: 32) ➡️ Makna: Allah pasti ada Tidak mungkin tidak ada B. SIFAT SALBIYAH (5) 2. QIDAM (Terdahulu / tidak berawal) 📖 Dalil: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. Al-Hadid: 3) 3. BAQA (Kekal) 📖 Dalil: “Semua yang ada di bumi akan binasa, dan tetap kekal wajah Tuhanmu.” (QS. Ar-Rahman: 26–27) 4. MUKHALAFATU LIL HAWADITS (Tidak menyerupai makhluk) 📖 Dalil: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. Asy-Syura: 11) 5. QIYAMUHU BINAFSIH (Berdiri sendiri, tidak butuh) 📖 Dalil: “Allah Maha Kaya dari seluruh alam.” (QS. Al-Ankabut: 6) 6. WAHDANIYAH (Esa) 📖 Dalil: “Katakanlah: Dia Allah Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) C....

Bahaya Memahami “Wajah, Tangan, Kaki” Secara Fisik dalam Aqidah

Gambar
Dalam sebagian penyampaian dakwah, lafaz seperti “wajah Allah”, “tangan Allah”, bahkan riwayat tentang “kaki” disampaikan seolah-olah itu anggota tubuh. Di sinilah letak bahaya besar dalam akidah. Padahal prinsip paling tegas dalam Al-Qur'an adalah: لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. الشورى: 11) Ayat ini adalah fondasi: Allah tidak menyerupai makhluk, tidak berbentuk, tidak tersusun dari bagian-bagian. Namun di sisi lain, memang ada lafaz seperti: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ “Tangan Allah di atas tangan mereka.” (QS. الفتح: 10) Dan: كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.” (QS. القصص: 88) Juga dalam hadits disebutkan: حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ “Hingga Tuhan Yang Maha Mulia meletakkan ‘kaki’-Nya ke dalamnya (neraka).” (HR. Bukhari & Muslim) Di sinilah ujian akidah: Apakah lafaz ini dipahami sebagai anggota tubuh? Jika iya, maka terjadi beberapa kerusakan besar: Menyeru...