Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara:

 Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara:


sistematis


rasional


sesuai wahyu


Tujuannya:

👉 Menetapkan kesempurnaan Allah

👉 Menafikan segala kekurangan dari-Nya


🧩 II. PEMBAGIAN UTAMA

1. SIFAT WAJIB (20)

A. SIFAT NAFSIYAH (1)

1. WUJUD (Ada)

📖 Dalil:


“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi.”

(QS. Ibrahim: 32)


➡️ Makna:


Allah pasti ada


Tidak mungkin tidak ada


B. SIFAT SALBIYAH (5)

2. QIDAM (Terdahulu / tidak berawal)

📖 Dalil:


“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.”

(QS. Al-Hadid: 3)


3. BAQA (Kekal)

📖 Dalil:


“Semua yang ada di bumi akan binasa, dan tetap kekal wajah Tuhanmu.”

(QS. Ar-Rahman: 26–27)


4. MUKHALAFATU LIL HAWADITS

(Tidak menyerupai makhluk)


📖 Dalil:


“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.”

(QS. Asy-Syura: 11)


5. QIYAMUHU BINAFSIH

(Berdiri sendiri, tidak butuh)


📖 Dalil:


“Allah Maha Kaya dari seluruh alam.”

(QS. Al-Ankabut: 6)


6. WAHDANIYAH (Esa)

📖 Dalil:


“Katakanlah: Dia Allah Yang Maha Esa.”

(QS. Al-Ikhlas: 1)


C. SIFAT MA’ANI (7)

7. QUDRAH (Berkuasa)

📖 Dalil:


“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah: 20)


8. IRADAH (Berkehendak)

📖 Dalil:


“Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

(QS. Ibrahim: 27)


9. ILMU (Mengetahui)

📖 Dalil:


“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa: 176)


10. HAYAT (Hidup)

📖 Dalil:


“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup.”

(QS. Al-Baqarah: 255)


11. SAMA’ (Mendengar)

📖 Dalil:


“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar.”

(QS. Al-Hajj: 61)


12. BASHAR (Melihat)

📖 Dalil:


“Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hujurat: 18)


13. KALAM (Berfirman)

📖 Dalil:


“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.”

(QS. An-Nisa: 164)


D. SIFAT MA’NAWIYAH (7)

Ini penegasan dari sifat sebelumnya:


14–20:

Allah Maha Kuasa


Maha Berkehendak


Maha Mengetahui


Maha Hidup


Maha Mendengar


Maha Melihat


Maha Berfirman


➡️ Dalil umum:


“Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah: 29)


📜 III. DALIL HADITS (PENGUAT)

Dari Muhammad:


“Engkau adalah Yang Awal, tidak ada sesuatu sebelum-Mu.

Engkau Yang Akhir, tidak ada sesuatu setelah-Mu.”

(HR. Muslim)


➡️ Menegaskan:


Qidam


Baqa


⚖️ IV. SIFAT MUSTAHIL (20)

Kebalikan dari sifat wajib:


Adam (tidak ada)


Huduts (baru)


Fana (binasa)


Menyerupai makhluk


Lemah


Bodoh


Mati

dll


➡️ Prinsip:

👉 Semua kekurangan mustahil bagi Allah


🔁 V. SIFAT JAIZ (1)

Jaiz: Allah boleh berbuat atau tidak

📖 Dalil:


“Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki.”

(QS. Al-Qashash: 68)


➡️ Artinya:


Allah tidak dipaksa apa pun


Semua atas kehendak-Nya


🧠 VI. KEKUATAN AQIDAH INI

1. Rasional

Alam butuh pencipta


Yang lemah tidak layak jadi Tuhan


2. Bersih dari penyimpangan

❌ Tidak menyerupakan Allah


❌ Tidak menolak sifat Allah


3. Sistematis

Mudah dipelajari dari dasar hingga tinggi


🌟 VII. KESIMPULAN

Aqidah Sifat 20:


Berdasarkan Al-Qur'an dan hadits


Disusun oleh ulama ahli ilmu


Menjaga tauhid secara ilmiah, logis, dan murni


➡️ Inilah fondasi kuat aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.


Komentar

Kabar Populer

“Puasa adalah perisai…” (HR. Bukhari dan Muslim) Perisai bukan hanya dari lapar, tapi dari api hawa nafsu.

Sayyidina Ali' Menikahi Ummul Banin Setelah Wafatnya Sayyidah Fathimah Az-zahra

Serangan Gabungan Militer AS Dan Israel Terhadap Iran Di Kecam Dunia

Qaswarah dalam Al-Qur’an: Ketika Manusia Lari dari Kebenaran Seperti Keledai dari Singa”

Fenomena Viral “Video Botol Teh Pucuk” yang Bikin Heboh Netizen

Belajar dari Sejarah: Persatuan Umat Lebih Besar dari Perbedaan Mazhab Dan Tragedi Karbala

Keteguhan Bangsa Iran Di Tengah Ujian Sejarah

Ketika Dunia Dipenuhi Kezaliman

Sejarah Makam Keramat Luar Batang Jakarta: Kisah Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Kampung Luar Batang, Koja

Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, Dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Seorang Tokoh Agama Berinisial Ustadz FT Di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Menjadi Perhatian Luas Publik. Peristiwa ini Tidak Hanya Menyisakan Luka Fisik Bagi Korban, Tetapi Juga Membuka Diskusi Besar Tentang Bagaimana Masyarakat Merespons Isu Sensitif, Khususnya Yang Berkaitan Dengan Moralitas Dan Hukum.