Tiga Thoriqoh Suluk Kepada Allah 1. Thoriqoh Makan 2. Thoriqoh Tidur 3. Thoriqoh Jima'




 Tiga Jalan Kehidupan Menuju Ridha Allah SWT


**بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ**


Seorang mukmin tidak hanya mendekat kepada Allah melalui salat, puasa, zikir, dan tilawah Al-Qur'an. Islam mengajarkan bahwa seluruh aktivitas kehidupan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai syariat dan diniatkan karena Allah SWT. Di antara aktivitas tersebut adalah makan yang halal, tidur yang benar, dan hubungan suami istri yang syar'i.


## 1. Thariqah Ukliyyah (Jalan Makan yang Halal)


Makanan yang halal dan baik menjadi fondasi diterimanya amal dan bersihnya hati. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ


 **"Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan."**


**(QS. Al-Baqarah: 168)**


Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


 **"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar hanya kepadaNya kamu menyembah"**


 **(QS. Al-Baqarah: 172)**


Rasulullah ﷺ bersabda:


**"Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik."**


 **(HR. Muslim no. 1015)**


Dalam hadis yang sama, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang yang makan dari yang haram dapat terhalang dari terkabulnya doa. Karena itu, menjaga makanan yang halal merupakan jalan membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.


## 2. Thariqah Naumiyyah (Jalan Tidur yang Bernilai Ibadah)


Tidur adalah nikmat sekaligus tanda kebesaran Allah. Jika dilakukan dengan adab dan niat yang benar, tidur menjadi bagian dari ibadah.


Allah SWT berfirman:


وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


**"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari."**


 **(QS. Ar-Rum: 23)**


Allah juga berfirman:

وجعلنا نومكم سباتا

**"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat."**


 **(QS. An-Naba': 9)**


Rasulullah ﷺ mengajarkan adab tidur, di antaranya berwudu sebelum tidur.


Beliau bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ...

Artinya:

**"Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah sebagaimana wudumu untuk salat."**


 **(HR. Al-Bukhari dan Muslim)**


Tidur yang diniatkan agar tubuh kuat untuk bangun salat malam, salat Subuh, bekerja mencari rezeki yang halal, dan beribadah kepada Allah akan menjadi amal yang bernilai di sisi-Nya.


## 3. Thariqah Jima'iyyah (Jalan Hubungan Suami Istri yang Syar'i)


Islam memandang hubungan suami istri sebagai ibadah apabila dilakukan dalam pernikahan yang sah dan sesuai tuntunan syariat.


Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالُوا لِلنَّبِيِّ ﷺ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ... وَفِي الْحَدِيثِ:

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ.

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟

قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجر 

:Artinya

Pada kemaluan salah seorang di antara kalian terdapat sedekah


Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah seseorang menyalurkan syahwatnya lalu mendapat pahala?"


Beliau menjawab:


**"Bukankah jika ia menyalurkannya pada yang haram ia berdosa? Maka demikian pula jika ia menyalurkannya pada yang halal, ia mendapat pahala."**


 **(HR. Muslim no. 1006)**


Allah SWT berfirman:


نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

 **"Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang dibenarkan."**


**(QS. Al-Baqarah: 223)**


Hubungan suami istri yang disertai doa, kasih sayang, menjaga kehormatan, dan niat memperoleh keturunan yang saleh merupakan ibadah yang dicintai Allah.


## Penutup


Hakikatnya, jalan menuju Allah bukan hanya di masjid atau di tempat zikir. Seorang mukmin dapat mendekat kepada Allah dalam setiap detik kehidupannya. Ketika ia makan yang halal, tidur dengan adab, dan memenuhi hak pasangan secara syar'i, semuanya dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.


Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

كل امرء ما نوى

 **"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya."**


 **(HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)**


Dengan demikian, seorang hamba menjadikan seluruh hidupnya sebagai ibadah, sebagaimana firman Allah SWT:


قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 **"Katakanlah, sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam."**


 **(QS. Al-An'am: 162)**

و الله أعلم بالصواب

Di kutip dari ceramah Kyai Haji Machruz Ma'mun Nawawi Pulo Kukun Kabupaten Bekasi.








Komentar

Kabar Populer

“Puasa adalah perisai…” (HR. Bukhari dan Muslim) Perisai bukan hanya dari lapar, tapi dari api hawa nafsu.

Sayyidina Ali' Menikahi Ummul Banin Setelah Wafatnya Sayyidah Fathimah Az-zahra

Fenomena Viral “Video Botol Teh Pucuk” yang Bikin Heboh Netizen

Serangan Gabungan Militer AS Dan Israel Terhadap Iran Di Kecam Dunia

Qaswarah dalam Al-Qur’an: Ketika Manusia Lari dari Kebenaran Seperti Keledai dari Singa”

Belajar dari Sejarah: Persatuan Umat Lebih Besar dari Perbedaan Mazhab Dan Tragedi Karbala

Keteguhan Bangsa Iran Di Tengah Ujian Sejarah

Ketika Dunia Dipenuhi Kezaliman

Sejarah Makam Keramat Luar Batang Jakarta: Kisah Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Kampung Luar Batang, Koja

Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, Dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Seorang Tokoh Agama Berinisial Ustadz FT Di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Menjadi Perhatian Luas Publik. Peristiwa ini Tidak Hanya Menyisakan Luka Fisik Bagi Korban, Tetapi Juga Membuka Diskusi Besar Tentang Bagaimana Masyarakat Merespons Isu Sensitif, Khususnya Yang Berkaitan Dengan Moralitas Dan Hukum.