Cara hisab hilal (penanggalan bulan Hijriyah) pada dasarnya adalah menghitung posisi bulan dan matahari secara astronomi untuk menentukan apakah hilal sudah mungkin terlihat atau belum.?

 

Cara hisab hilal atau penanggalan bulan?


Cara hisab hilal (penanggalan bulan Hijriyah) pada dasarnya adalah menghitung posisi bulan dan matahari secara astronomi untuk menentukan apakah hilal sudah mungkin terlihat atau belum. Saya jelaskan dengan cara yang mudah dipahami tapi tetap ilmiah 👇


🌙 1. Dasar Hisab: Ijtimak (Konjungsi)



https://images.openai.com/static-rsc-4/VVArfKx66ReUW_6yPdP5W2K5y0oL27x3TyD0AndI6QXNtMKR8xzbjHrjvt4Y-cqTvu29mIg9A4V8XQM757weE14F6g2HxnssLNJh6B3qTwYs7fs69t8Y9zAzwtIHgKo9wbffdPaF1xn3gxifEFVIeAo3xx7wvcXpPPGJ2N2b_uiQnOdYY5wMFhemo4OcHL4-?purpose=fullsize



https://images.openai.com/static-rsc-4/fBpuZ6nE_bkACb6HjsNMNyVlDW5UheCaOs4CQFrNmpIgE2OkkpDYLscFmnlq94uIXh5Q0WvTJcFgnG-St-BvKU85TqHZstdZDyKBOulzItuvvtoCCstOC0yQjTupEnM-AX5veDJ4Oc_W76h9dLOX_IJu-SUcnuSL6DlBCE4FD9cR9zot7EmNixKm_QbTeQ9j?purpose=fullsize



https://images.openai.com/static-rsc-4/YVH_iwMFcuXslqAMhcY-_CuKCqH-Oyjy1R2QNpk0bf_fgFi2zwZ4JE0bnNZnfatvlIWlsh22RZKWcfhbeWbDkRLRv84jhXtbs2d8jG4OQe0zIB6hV6_5vhX8-xc_J1W6QZULpIwYwDL66MyKKZ9GKLj8n3_GQwyY3EndS8JYC2gkt5XXaYt89IQk3aNPYjxL?purpose=fullsize



https://images.openai.com/static-rsc-4/SXt6ssXjJ3CX7wEaEegZ3jrHcFMAYwFAvC4q3UBKXM6idjf5U_pKMW2ShINu5mOO4IVF1YqgvvBxMAYnW4HbdNEAU2pa89VVEDKg_3wEimanyJTQdVQoh8hQBUvzmnLwbswC7ZeLenBIO6P5sMmE7sa9w0PvxVYbp2bOBpy78_ZJ3J1kFlo2zeSUc0h0zmCO?purpose=fullsize


https://images.openai.com/static-rsc-4/EOX2eesiMcQx-TZyOvNsoU2i4GsNut2f6vfgFOVpMLDEjKo6YZ5IdEE5-8rvBN4QtM7CkB0XOmwQRjoijx-U1WSagEdyfJK6moJyMQkdE5IUrdKZoR3gXz9DCnV1Ou1mrZS-2eunD3n8TvSZTsxQCvsnMO14HoaMPlQwKrGkSrwz0tcwqWY5AdEyiDx_D7M7?purpose=fullsize


https://images.openai.com/static-rsc-4/qfNX3eLBd1Oh1nqEG5hzU8Df81WLVNlWDocVCK5y0O1nCx4XD-0DxkYynP-sKYwy_3u9uwb5m5SN6AvgJ0rjeBviZgQiALS6fgW7Pn98DSKXJ9ASHCbeU-w4qf3A_UEX7vcS7dcbQplhq7tfRuo5Wh57GXGhbWDanObRiZBUy3z535OoUUEA_FTw7yv3njyB?purpose=fullsize



Langkah pertama dalam hisab adalah menentukan ijtima’ (konjungsi), yaitu saat:


Matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus


Bulan “mati” (tidak terlihat sama sekali)


👉 Ini adalah titik awal bulan baru secara astronomi, tapi belum masuk bulan Hijriyah.


🌙 2. Hitung Posisi Bulan Saat Maghrib



Setelah ijtimak, yang dihitung adalah posisi bulan saat matahari terbenam (maghrib).


Tiga parameter penting:


a. Ketinggian Hilal (Altitude)

Sudut tinggi bulan dari ufuk (horizon)


Contoh:


2° = sangat rendah


6° = lebih mudah terlihat


b. Elongasi (Jarak Sudut Matahari–Bulan)

Sudut antara matahari dan bulan


Semakin besar → semakin terang hilal


c. Umur Bulan

Waktu sejak ijtimak


Misalnya:


8 jam → sulit terlihat


20 jam → lebih mungkin terlihat


📊 3. Kriteria Hisab (Standar Penentuan)

Di Indonesia biasanya pakai kriteria MABIMS:


👉 Hilal dianggap mungkin terlihat jika:


Tinggi bulan ≥ 3°


Elongasi ≥ 6,4°


Jika memenuhi → bulan baru bisa ditetapkan


🧮 4. Rumus Dasar (Sederhana)

Dalam ilmu falak, posisi bulan dihitung dengan rumus astronomi kompleks. Tapi secara konsep:


Posisi bulan = fungsi waktu + orbit bulan


Posisi matahari = fungsi orbit bumi


Selisih sudut = elongasi


Untuk gambaran sederhana:


Elongasi

=

λ

b

u

l

a

n

λ

m

a

t

a

h

a

r

i

Elongasi=∣λ 

bulan

 −λ 

matahari

 ∣


Keterangan:


λ = bujur langit (posisi di orbit)


🧭 5. Penentuan Awal Bulan

Setelah dihitung:


✅ Jika memenuhi kriteria

→ Besok = tanggal 1 Hijriyah


❌ Jika tidak memenuhi

→ Bulan digenapkan 30 hari (istikmal)


🔭 6. Contoh Praktis

Misalnya:


Ijtimak: pukul 10.00 pagi


Maghrib:


Tinggi hilal: 5°


Elongasi: 7°


👉 Artinya:


Sudah di atas standar MABIMS

✔ Maka besok = 1 Ramadhan / Syawal


⚖️ 7. Perbedaan Metode Hisab

Ada beberapa pendekatan:


1. Hisab Wujudul Hilal

Asal bulan sudah di atas ufuk (meski 0,1°)


Langsung dianggap masuk bulan baru


2. Hisab Imkanur Rukyat

Harus memenuhi batas visibilitas (seperti MABIMS)


Lebih moderat & banyak dipakai pemerintah


🧠 8. Kelebihan Hisab

✔ Bisa dihitung jauh hari

✔ Akurat secara ilmiah

✔ Tidak tergantung cuaca


⚠️ 9. Kekurangannya

Tidak “melihat langsung” seperti hadis tekstual


Bisa beda dengan rukyat jika kondisi real tidak sesuai


✨ Kesimpulan

Hisab hilal adalah:

👉 Metode ilmiah untuk menentukan awal bulan Hijriyah dengan menghitung posisi bulan dan matahari


Langkah ringkasnya:


Tentukan ijtimak


Hitung posisi bulan saat maghrib


Cek kriteria (tinggi & elongasi)


Komentar

Kabar Populer

Sayyidina Ali' Menikahi Ummul Banin Setelah Wafatnya Sayyidah Fathimah Az-zahra

“Puasa adalah perisai…” (HR. Bukhari dan Muslim) Perisai bukan hanya dari lapar, tapi dari api hawa nafsu.

Serangan Gabungan Militer AS Dan Israel Terhadap Iran Di Kecam Dunia

Qaswarah dalam Al-Qur’an: Ketika Manusia Lari dari Kebenaran Seperti Keledai dari Singa”

Belajar dari Sejarah: Persatuan Umat Lebih Besar dari Perbedaan Mazhab Dan Tragedi Karbala

Keteguhan Bangsa Iran Di Tengah Ujian Sejarah

Fenomena Viral “Video Botol Teh Pucuk” yang Bikin Heboh Netizen

Ketika Dunia Dipenuhi Kezaliman

Sejarah Makam Keramat Luar Batang Jakarta: Kisah Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Kampung Luar Batang, Koja

Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, Dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Seorang Tokoh Agama Berinisial Ustadz FT Di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Menjadi Perhatian Luas Publik. Peristiwa ini Tidak Hanya Menyisakan Luka Fisik Bagi Korban, Tetapi Juga Membuka Diskusi Besar Tentang Bagaimana Masyarakat Merespons Isu Sensitif, Khususnya Yang Berkaitan Dengan Moralitas Dan Hukum.