Menolak Narasi Hijrah| Menyerah — Gaza, Keteguhan, dan Keadilan dalam Perspektif Islam



 Fatwa Sesat; 
"Masyarakat Gaza 
Harus Hijrah Karena 
Lemah."


Dalam beberapa waktu terakhir, muncul pandangan yang menyarankan agar rakyat di Gaza meninggalkan tanah mereka karena dianggap lemah dan demi keselamatan. Pandangan ini sering dianalogikan dengan hijrah Nabi ﷺ. Namun, pendekatan seperti ini perlu dikaji secara ilmiah, karena berpotensi menyederhanakan realitas dan mengaburkan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam.


Islam tidak mengajarkan sikap pasrah terhadap kezaliman. Justru, Islam menegaskan kewajiban membela yang tertindas dan mempertahankan hak.


📖 Dalil Al-Qur’an tentang membela yang tertindas

Allah ﷻ berfirman:


وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ

مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ

(QS. An-Nisa: 75)


Artinya:

“Dan mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak...”


Ayat ini menegaskan bahwa membela kaum tertindas bukan pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral umat.


📖 Larangan tunduk pada kezaliman

Allah ﷻ juga berfirman:


وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

(QS. Hud: 113)


Artinya:

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka...”


Ayat ini menunjukkan bahwa sikap condong kepada kezaliman—termasuk menerima ketidakadilan tanpa upaya mempertahankan hak—adalah sesuatu yang dilarang.


📖 Hadits tentang membela hak dan kehormatan

Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

(HR. Bukhari & Muslim)


Artinya:

“Barang siapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid.”


Para ulama menjelaskan bahwa ini juga mencakup pembelaan terhadap hak, kehormatan, dan tanah tempat tinggal.


📖 Hadits tentang menolak kezaliman

Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ

فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ

فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ

(HR. Muslim)


Artinya:

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya...”


Ini menunjukkan bahwa kezaliman tidak boleh didiamkan, apalagi dilegitimasi dengan narasi menyerah.


⚖️ Meluruskan Analogi Hijrah

Hijrah Nabi ﷺ bukan bentuk menyerah, tetapi strategi membangun kekuatan. Rasulullah ﷺ berhijrah ke Madinah karena:


Ada tempat tujuan yang aman


Ada masyarakat yang siap menerima


Ada peluang membangun kekuatan umat


Jika dibandingkan dengan kondisi Gaza hari ini:


Tidak ada jaminan rakyat bisa kembali jika keluar


Tidak ada kepastian perlindungan permanen


Risiko hilangnya tanah dan hak semakin besar


Maka, menyamakan keduanya tanpa melihat konteks adalah analogi yang lemah.


🧭 Prinsip Keadilan dalam Islam & Kemanusiaan

Islam menegaskan keadilan sebagai prinsip utama:


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

(QS. An-Nahl: 90)


Artinya:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan...”


Meminta suatu rakyat meninggalkan tanahnya tanpa jaminan keadilan bukanlah solusi, tetapi berpotensi memperkuat ketidakadilan itu sendiri.


✅ Kesimpulan

Narasi bahwa rakyat Gaza sebaiknya meninggalkan tanahnya karena lemah:


❌ Tidak sejalan dengan semangat membela yang tertindas


❌ Mengabaikan konteks sejarah dan realitas


❌ Berpotensi menghilangkan hak jangka panjang


Sebaliknya, Islam mengajarkan:


✔ Membela yang tertindas


✔ Menolak kezaliman


✔ Menjaga hak, kehormatan, dan tanah


Komentar

Kabar Populer

Sayyidina Ali' Menikahi Ummul Banin Setelah Wafatnya Sayyidah Fathimah Az-zahra

“Puasa adalah perisai…” (HR. Bukhari dan Muslim) Perisai bukan hanya dari lapar, tapi dari api hawa nafsu.

Serangan Gabungan Militer AS Dan Israel Terhadap Iran Di Kecam Dunia

Qaswarah dalam Al-Qur’an: Ketika Manusia Lari dari Kebenaran Seperti Keledai dari Singa”

Belajar dari Sejarah: Persatuan Umat Lebih Besar dari Perbedaan Mazhab Dan Tragedi Karbala

Keteguhan Bangsa Iran Di Tengah Ujian Sejarah

Fenomena Viral “Video Botol Teh Pucuk” yang Bikin Heboh Netizen

Ketika Dunia Dipenuhi Kezaliman

Sejarah Makam Keramat Luar Batang Jakarta: Kisah Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Kampung Luar Batang, Koja

Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, Dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Seorang Tokoh Agama Berinisial Ustadz FT Di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Menjadi Perhatian Luas Publik. Peristiwa ini Tidak Hanya Menyisakan Luka Fisik Bagi Korban, Tetapi Juga Membuka Diskusi Besar Tentang Bagaimana Masyarakat Merespons Isu Sensitif, Khususnya Yang Berkaitan Dengan Moralitas Dan Hukum.