Postingan

Di panggung geopolitik dunia, ada satu negara yang selama puluhan tahun berada di bawah tekanan luar biasa—namun tetap bertahan. Negara itu adalah Iran.

Gambar
 Disanksi, Diisolasi, Ditekan — Mengapa Iran Tidak Pernah Tumbang?” Di panggung geopolitik dunia, ada satu negara yang selama puluhan tahun berada di bawah tekanan luar biasa—namun tetap bertahan. Negara itu adalah Iran. Sejak akhir 1970-an, tepatnya setelah Revolusi Islam 1979, Iran berubah dari sekutu Barat menjadi salah satu negara yang paling sering berseberangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Perubahan arah ini bukan sekadar pergantian pemerintahan, tetapi transformasi ideologi—dari monarki pro-Barat menjadi republik berbasis nilai-nilai Islam revolusioner. Sejak saat itu, tekanan demi tekanan mulai datang. Sanksi ekonomi dijatuhkan. Aset dibekukan. Akses perdagangan dibatasi. Teknologi dihambat. Bahkan hubungan diplomatik pun nyaris terputus total dengan banyak negara Barat. Namun pertanyaannya tetap sama hingga hari ini: Mengapa Iran tidak tumbang? Untuk memahami jawabannya, kita harus melihat lebih dalam—bukan hanya pada aspek ekonomi atau militer, tetapi juga pada f...

Dari Pemurnian ke Pemberontakan: Kisah Juhayman dan Tragedi Makkah 1979

Gambar
Sejarah Islam modern pernah diguncang oleh sebuah peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya—pendudukan Masjidil Haram di Makkah pada tahun 1979. Sebuah tempat paling suci bagi umat Islam, yang seharusnya menjadi simbol kedamaian dan persatuan, justru berubah menjadi medan konflik bersenjata. Di balik tragedi ini, muncul satu nama yang hingga kini terus menjadi perdebatan: Juhayman al-Otaybi. Siapakah sebenarnya Juhayman? Apa latar belakang pemikirannya? Dan bagaimana mungkin seseorang yang tumbuh dalam lingkungan religius bisa sampai pada titik memberontak di tanah suci? 🧭 Awal Mula: Latar Belakang Juhayman Juhayman bukanlah orang luar. Ia adalah warga asli Arab Saudi, lahir dari lingkungan yang dikenal religius. Ia pernah menjadi anggota Garda Nasional Saudi, dan kemudian menempuh pendidikan agama di Madinah—sebuah kota yang menjadi pusat kajian Islam dunia. Di sana, ia belajar dalam lingkungan yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran ulama seperti Muhammad bin Abdul Wahhab, ya...

Khutbah Idul Fitri yang disampaikan di Mesir baru-baru ini menjadi perbincangan luas di dunia Arab.

Gambar
  Bukan sekadar karena disampaikan di hadapan para pejabat tinggi negara, tetapi karena isi khutbah tersebut menyentuh tema-tema sejarah, spiritual, dan sosial yang sensitif sekaligus mendalam. Sang khatib dari Al-Azhar memilih untuk mengangkat pelajaran dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, sekaligus mengaitkannya dengan kondisi umat saat ini. Dalam khutbahnya, ia mengisahkan tentang Perang Khaibar, sebuah peristiwa bersejarah yang dipimpin oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Perang ini bukan sekadar konflik fisik, tetapi juga mengandung pelajaran tentang keberanian, keteguhan iman, serta ketaatan kepada perintah Rasulullah ﷺ. Diceritakan bagaimana Rasulullah menyerahkan panji perang kepada Sayyidina Ali dengan pesan yang sangat tegas dan sarat makna: خذ الراية ولا تلتفت امض ولا تلتفت “Ambillah panji ini, jangan menoleh ke belakang. Teruslah maju dan jangan berpaling.” Pesan ini tidak hanya relevan dalam konteks peperangan, tetapi juga dapat dima...

Cara hisab hilal (penanggalan bulan Hijriyah) pada dasarnya adalah menghitung posisi bulan dan matahari secara astronomi untuk menentukan apakah hilal sudah mungkin terlihat atau belum.?

Gambar
  Cara hisab hilal atau penanggalan bulan? Cara hisab hilal (penanggalan bulan Hijriyah) pada dasarnya adalah menghitung posisi bulan dan matahari secara astronomi untuk menentukan apakah hilal sudah mungkin terlihat atau belum. Saya jelaskan dengan cara yang mudah dipahami tapi tetap ilmiah 👇 🌙 1. Dasar Hisab: Ijtimak (Konjungsi) https://images.openai.com/static-rsc-4/VVArfKx66ReUW_6yPdP5W2K5y0oL27x3TyD0AndI6QXNtMKR8xzbjHrjvt4Y-cqTvu29mIg9A4V8XQM757weE14F6g2HxnssLNJh6B3qTwYs7fs69t8Y9zAzwtIHgKo9wbffdPaF1xn3gxifEFVIeAo3xx7wvcXpPPGJ2N2b_uiQnOdYY5wMFhemo4OcHL4-?purpose=fullsize https://images.openai.com/static-rsc-4/fBpuZ6nE_bkACb6HjsNMNyVlDW5UheCaOs4CQFrNmpIgE2OkkpDYLscFmnlq94uIXh5Q0WvTJcFgnG-St-BvKU85TqHZstdZDyKBOulzItuvvtoCCstOC0yQjTupEnM-AX5veDJ4Oc_W76h9dLOX_IJu-SUcnuSL6DlBCE4FD9cR9zot7EmNixKm_QbTeQ9j?purpose=fullsize https://images.openai.com/static-rsc-4/YVH_iwMFcuXslqAMhcY-_CuKCqH-Oyjy1R2QNpk0bf_fgFi2zwZ4JE0bnNZnfatvlIWlsh22RZKWcfhbeWbDkRLRv84jhXtbs2d8jG4OQe0zIB6hV6_5vhX8-xc_...

RUKYAT DAN HISAB: ANTARA TRADISI, ILMU, DAN PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH

Gambar
https://www.kbuyut.com/2026/03/cara-hisab-hilal-penanggalan-bulan.html   Dalam kehidupan umat Islam, waktu bukan sekadar angka yang bergerak maju, tetapi memiliki nilai ibadah yang sangat mendalam. Banyak amalan dalam Islam yang bergantung pada waktu yang tepat, seperti shalat, puasa, haji, dan berbagai ibadah lainnya. Salah satu sistem penanggalan yang menjadi acuan umat Islam adalah kalender Hijriyah, yang berbasis pada peredaran bulan. Dalam sistem ini, kemunculan hilal menjadi penanda dimulainya bulan baru. Di sinilah muncul dua metode utama yang digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriyah, yaitu rukyat dan hisab. Hilal sendiri adalah bulan sabit tipis pertama yang tampak setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi, yaitu saat bulan berada di antara matahari dan bumi dalam satu garis lurus. Pada saat itu, bulan tidak terlihat dari bumi karena sisi yang menghadap ke bumi tidak terkena cahaya matahari. Setelah ijtimak berlalu, bulan perlahan bergerak sehingga sebagian kecil perm...

Meluruskan Narasi: Haram Menumpahkan Darah Muslim dan Bahaya Provokasi dalam Umat

Gambar
https://youtube.com/shorts/jYtthQ69Abc?feature=share Di tengah gelombang solidaritas umat Islam terhadap Palestina, muncul berbagai narasi yang tidak hanya membingungkan, tetapi juga berpotensi memecah belah umat. Salah satunya adalah tuduhan bahwa aksi demonstrasi dianggap sebagai perbuatan menyimpang, bahkan lebih jauh lagi—disebut sebagai tindakan “khawarij” dan dikaitkan dengan penghalalan darah terhadap para demonstran. Narasi seperti ini sangat serius dan berbahaya, sehingga perlu diluruskan dengan pendekatan ilmiah, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan emosi atau potongan video yang tidak utuh. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai kehidupan. Nyawa seorang manusia, terlebih seorang Muslim, memiliki kedudukan yang sangat mulia. Tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang membolehkan penumpahan darah tanpa alasan yang benar dan sah menurut syariat. Oleh karena itu, setiap pernyataan yang terkesan meremehkan nyawa manusia harus ditimbang dengan dalil yang jelas d...