Di panggung geopolitik dunia, ada satu negara yang selama puluhan tahun berada di bawah tekanan luar biasa—namun tetap bertahan. Negara itu adalah Iran.
Disanksi, Diisolasi, Ditekan — Mengapa Iran Tidak Pernah Tumbang?” Di panggung geopolitik dunia, ada satu negara yang selama puluhan tahun berada di bawah tekanan luar biasa—namun tetap bertahan. Negara itu adalah Iran. Sejak akhir 1970-an, tepatnya setelah Revolusi Islam 1979, Iran berubah dari sekutu Barat menjadi salah satu negara yang paling sering berseberangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Perubahan arah ini bukan sekadar pergantian pemerintahan, tetapi transformasi ideologi—dari monarki pro-Barat menjadi republik berbasis nilai-nilai Islam revolusioner. Sejak saat itu, tekanan demi tekanan mulai datang. Sanksi ekonomi dijatuhkan. Aset dibekukan. Akses perdagangan dibatasi. Teknologi dihambat. Bahkan hubungan diplomatik pun nyaris terputus total dengan banyak negara Barat. Namun pertanyaannya tetap sama hingga hari ini: Mengapa Iran tidak tumbang? Untuk memahami jawabannya, kita harus melihat lebih dalam—bukan hanya pada aspek ekonomi atau militer, tetapi juga pada f...