Postingan

Apa Yang Di Tuduhkan Al Sharaa Terhadap Iran? Iran Hadir Untuk Melawan Dominasi Barat Dan Israel

Gambar
  Membaca Ulang Tuduhan “40 Tahun Dosa Iran” Secara Objektif Pernyataan yang menyebut bahwa Iran telah melakukan “dosa selama 40 tahun” di kawasan Timur Tengah perlu ditelaah secara kritis, proporsional, dan berbasis fakta sejarah, bukan sekadar retorika politik. Istilah tersebut lebih mencerminkan sudut pandang ideologis dan kepentingan geopolitik tertentu, bukan kesimpulan objektif yang disepakati secara universal. Sejak Revolusi Iran 1979, Iran memang mengalami transformasi besar dari monarki pro-Barat menjadi republik Islam yang independen. Perubahan ini otomatis mengubah orientasi kebijakan luar negerinya. Iran mulai menempatkan dirinya sebagai negara yang menentang dominasi kekuatan Barat di kawasan, khususnya pengaruh Amerika Serikat dan sekutunya. Dalam konteks ini, keterlibatan Iran di berbagai negara seperti Suriah, Irak, dan Lebanon tidak bisa dilepaskan dari dinamika konflik regional yang kompleks. Misalnya di Suriah, Iran hadir atas permintaan pemerintah resmi yang dip...

Masyarakat Gaza Tidak Harus Hijrah Walaupun Lemah| Janji Allah Akan Menghancurkan Kezaliman Dan Menolong Yang Lemah Dari Sisi Yang Tak Terduga.

Gambar
  Alhamdulillah Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk berbicara. Di permukaan, dunia terlihat seperti biasa— kekuatan besar masih berdiri, keputusan masih diambil, dan suara-suara dominan masih terdengar paling keras. Namun jauh di bawah itu semua, ada sesuatu yang perlahan bergerak… tidak terlihat, tidak terdengar, tapi pasti. Itulah keadilan yang tertunda. Ada masa ketika manusia merasa dirinya tak tersentuh. Kekuasaan dianggap sebagai kebenaran, dan kekuatan dijadikan ukuran keadilan. Namun Allah telah mengingatkan sejak lama: وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.” (QS. Ibrahim: 42) Ayat ini bukan sekadar peringatan. Ia adalah janji. Bahwa tidak ada satu pun kezaliman yang benar-benar luput. Tidak ada satu pun air mata yang jatuh tanpa perhitungan. Di tempat yang jauh dari pusat kekuasaan, di tanah yang dipenuhi luka dan debu, manusia-manus...

Menolak Narasi Hijrah| Menyerah — Gaza, Keteguhan, dan Keadilan dalam Perspektif Islam

Gambar
 Fatwa Sesat;  "Masyarakat Gaza  Harus Hijrah Karena  Lemah." Dalam beberapa waktu terakhir, muncul pandangan yang menyarankan agar rakyat di Gaza meninggalkan tanah mereka karena dianggap lemah dan demi keselamatan. Pandangan ini sering dianalogikan dengan hijrah Nabi ﷺ. Namun, pendekatan seperti ini perlu dikaji secara ilmiah, karena berpotensi menyederhanakan realitas dan mengaburkan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Islam tidak mengajarkan sikap pasrah terhadap kezaliman. Justru, Islam menegaskan kewajiban membela yang tertindas dan mempertahankan hak. 📖 Dalil Al-Qur’an tentang membela yang tertindas Allah ﷻ berfirman: وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ (QS. An-Nisa: 75) Artinya: “Dan mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak...” Ayat ini menegaskan bahwa membela kaum tertindas bukan pilihan, me...

HASAD: PENYAKIT HATI YANG MEMBAKAR DIRI, BUKAN ORANG LAIN

Gambar
Hasad bukan sekadar sifat buruk. Ia adalah api yang dinyalakan di dalam dada, yang pertama kali membakar pemiliknya sebelum menyentuh orang lain.  Orang yang hasad itu hidupnya tidak pernah damai—senyumnya dipaksa, ucapannya manis tapi hatinya pahit. Setiap melihat orang lain mendapat nikmat, dadanya sesak, pikirannya gelap, dan lisannya mulai mencari celah untuk merendahkan. Inilah bentuk nyata penderitaan di dunia: bukan karena kekurangan harta, tapi karena rusaknya hati. Hasad menjadikan seseorang buta terhadap nikmat yang sudah Allah berikan kepadanya. Rumah ada, kesehatan ada, keluarga ada—tapi semua itu terasa tidak berarti karena ia sibuk menghitung rezeki orang lain. Ia hidup dalam ilusi kekurangan, padahal yang kurang bukan hartanya, tapi rasa syukurnya. Lebih dalam lagi, hasad adalah bentuk protes halus kepada Allah. Seakan-akan ia berkata: “Kenapa dia yang Engkau beri, bukan aku?” Padahal Allah berfirman: أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ ...

Ziarah Kubur: Ibrah Kehidupan dan Sunnah Rasulullah ﷺ

Gambar
 Hadits tentang Anjuran Ziarah Kubur كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ . Ziarah Kubur: Ibrah Kehidupan dan Sunnah Rasulullah ﷺ Ziarah kubur merupakan amalan yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Ia bukan sekadar tradisi, tetapi sarana ibadah yang mengandung nilai spiritual, pengingat kematian, serta bentuk kasih sayang kepada orang-orang yang telah wafat. Dalam praktiknya, ziarah kubur dilakukan dengan mendatangi makam kaum muslimin dengan tujuan mendoakan mereka serta mengambil pelajaran (ibrah) bagi diri sendiri bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah Ta’ala. Makna dan Tujuan Ziarah Kubur Secara bahasa, ziarah berarti mengunjungi. Adapun secara istilah, ziarah kubur adalah mendatangi kuburan kaum muslimin untuk mendoakan mereka dan mengingat kematian. Tujuan utama dari ziarah kubur antara lain: Mendoakan ahli kubur Mengingat kematian (tazakkur al-maut) Melembutkan hati Mendekatkan diri kepada...

Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, Dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Seorang Tokoh Agama Berinisial Ustadz FT Di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Menjadi Perhatian Luas Publik. Peristiwa ini Tidak Hanya Menyisakan Luka Fisik Bagi Korban, Tetapi Juga Membuka Diskusi Besar Tentang Bagaimana Masyarakat Merespons Isu Sensitif, Khususnya Yang Berkaitan Dengan Moralitas Dan Hukum.

Gambar
 Karawang Berduka: Antara Dugaan, Emosi Massa, dan Pentingnya Menegakkan Hukum Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang tokoh agama berinisial Ustadz FT di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian luas publik. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga membuka diskusi besar tentang bagaimana masyarakat merespons isu sensitif, khususnya yang berkaitan dengan moralitas dan hukum. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kasus ini berkembang dengan cepat. Berbagai narasi muncul, sebagian berdasarkan fakta awal, sebagian lagi berupa asumsi yang belum tentu benar. Situasi ini memperlihatkan betapa mudahnya opini publik terbentuk bahkan sebelum kebenaran benar-benar terungkap. Awal Mula Peristiwa Insiden ini diduga dipicu oleh tuduhan perselingkuhan yang menyeret nama korban. Namun, hingga saat ini, tuduhan tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dalam konteks hukum, kondisi ini sangat pentin...

Bahaya Takfir dalam Perbedaan Tawassul: Musibah Perpecahan Umat Islam

Gambar
Perbedaan dalam memahami ajaran Islam adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari sepanjang sejarah umat. Dari masa sahabat hingga hari ini, para ulama berbeda pendapat dalam banyak persoalan cabang (furu’iyyah), termasuk dalam masalah tawassul (التوسل). Namun, yang menjadi persoalan besar bukanlah perbedaannya, melainkan sikap ekstrem yang mudah mengkafirkan (takfir) terhadap sesama Muslim hanya karena perbedaan tersebut. Inilah yang patut disebut sebagai salah satu musibah besar yang menimpa umat Islam. Makna Tawassul dan Posisi dalam Islam Tawassul secara bahasa berarti “mencari perantara”. Dalam istilah syar’i, tawassul adalah berdoa kepada Allah dengan menyebut sesuatu sebagai wasilah (perantara), seperti amal saleh, doa orang saleh, atau kedudukan Nabi. Dalil Al-Qur’an yang sering dijadikan dasar adalah: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) kepada-...

Perjanjian Amman 2005: Jalan Tengah Persatuan Umat Islam di Tengah Perpecahan Mazhab

Gambar
Deklarasi ini dikeluarkan di Yordania pada tahun 2005, berisi kesepakatan ulama dunia Islam untuk: Menjaga persatuan umat Islam Menghentikan praktik takfir (mengkafirkan sesama Muslim) Menetapkan batasan siapa yang berhak mengeluarkan fatwa 🧩 Penjelasan Butir-Butir Utama (1) Larangan Mengkafirkan (Takfir) Sesama Muslim 👉 Intinya: Siapa pun yang mengikuti mazhab-mazhab Islam yang diakui tetap dianggap Muslim Tidak boleh: Mengkafirkan Menghalalkan darah Merampas kehormatan dan harta Mazhab yang diakui: Ahlus Sunnah: Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali Syiah: Ja’fariyah, Zaidiyah Lainnya: Ibadiyah, Zhahiriyah 👉 Termasuk juga: Tidak boleh mengkafirkan Asy’ariyah Tidak boleh mengkafirkan tasawuf (sufisme) Tidak boleh mengkafirkan Salafi yang sejati 📌 Makna pentingnya: Ini adalah upaya menghentikan konflik internal umat Islam akibat saling menyesatkan. (2) Persamaan Lebih Besar daripada Perbedaan 👉 Intinya: Semua mazhab sepakat dalam pokok agama (ushul): Kesepakatan utama: Tauhid (Allah sa...