Postingan

Tiga Thoriqoh Suluk Kepada Allah 1. Thoriqoh Makan 2. Thoriqoh Tidur 3. Thoriqoh Jima'

Gambar
 Tiga Jalan Kehidupan Menuju Ridha Allah SWT **بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ** Seorang mukmin tidak hanya mendekat kepada Allah melalui salat, puasa, zikir, dan tilawah Al-Qur'an. Islam mengajarkan bahwa seluruh aktivitas kehidupan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai syariat dan diniatkan karena Allah SWT. Di antara aktivitas tersebut adalah makan yang halal, tidur yang benar, dan hubungan suami istri yang syar'i. ## 1. Thariqah Ukliyyah (Jalan Makan yang Halal) Makanan yang halal dan baik menjadi fondasi diterimanya amal dan bersihnya hati. Allah SWT berfirman: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ  **"Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan."** **(QS. Al-Baqarah: 168)** Allah juga berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَ...

Puncak Malam Peringatan Haul Ke 30 Al Marhum Wal Magfurulahu Kyai Haji Qolyubi Bin Haji Langkawi

Gambar
  PUNCAK MALAM PERINGATAN HAUL KE-30 Wafatnya Guru Kami Bersama Al-Maghfurlah Kiyai Haji Ahmad Qolyubi bin Haji Langkawi Aula Pondok Pesantren Al Baqiyatussholichat بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, para sahabat, tabi'in, ulama, para wali Allah, hingga seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau sampai hari kiamat. Pada malam yang penuh keberkahan ini, keluarga besar Pondok Pesantren Al Baqiyatussholichat menyelenggarakan Puncak Malam Peringatan Haul ke-30 wafatnya Guru kami tercinta, Al-Maghfurlah Kiyai Haji Ahmad Qolyubi bin Haji Langkawi. Kegiatan ini dihadiri oleh para masyayikh, keluarga besar pesantren, para santri, alumni, tokoh masyarakat, serta jamaah dari lingkungan sekitar sebagai bentuk penghormatan, kecintaan, dan doa kepada seorang ulama yang telah mengabdikan seluruh hidupnya ...

Manfaat Daun Ketapang: Herbal Alami untuk Ikan Hias, Kesehatan, dan Lingkungan

Gambar
Zidqhath Shop| Daun Ketapang Laut Kering Premium Siap Pakai Untuk Akuarium Penurun pH Air Anti Virus dan Jamur Daun ketapang kering dari pohon Ketapang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alami yang kaya manfaat. Daun ini populer di kalangan pecinta ikan hias karena mampu membantu menjaga kualitas air, menurunkan pH secara alami, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi ikan seperti cupang dan udang hias. Selain itu, daun ketapang mengandung berbagai senyawa alami seperti tanin, flavonoid, dan antioksidan yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Dalam pengobatan tradisional, daun ketapang juga telah digunakan sebagai bahan herbal untuk berbagai keperluan kesehatan. Namun, penggunaannya sebagai obat sebaiknya tetap disertai konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan manfaat yang beragam dan mudah diperoleh, daun ketapang menjadi salah satu sumber daya alam tropis yang bernilai tinggi, baik untuk kebutuhan hobi, penelitian, maupun pemanfaatan herbal trad...

Syu'abul Iman ( Cabang -cabang Iman)

Gambar
Pengertian Syu’abul Iman Pengertian Iman Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dengan memiliki fitrah tentang keyakinan adanya zat yang Maha Kuasa. Keyakinan ini dalam istilah agama disebut dengan iman. Dalam hal ini manusia telah menyatakan keimanannya kepada Allah Swt. sejak masih berada di alam ruh.  Sebagaimana yang tersebut dalam Surat al-A’raf ayat 172 berikut ini:  Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Swt mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman)  “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”  Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami),  kami bersaksi” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan,  “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”. Enam pilar iman itu antara lain adalah: 1. Iman kepada Allah Swt. 2. Meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah  Swt. 3. Mengimani keberadaan malaikat-malaikat  Allah Swt. 4. Meyakini dan menga...

Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara:

Gambar
 Aqidah Sifat 20 adalah metode ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam mengenal Allah secara: sistematis rasional sesuai wahyu Tujuannya: 👉 Menetapkan kesempurnaan Allah 👉 Menafikan segala kekurangan dari-Nya 🧩 II. PEMBAGIAN UTAMA 1. SIFAT WAJIB (20) A. SIFAT NAFSIYAH (1) 1. WUJUD (Ada) 📖 Dalil: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi.” (QS. Ibrahim: 32) ➡️ Makna: Allah pasti ada Tidak mungkin tidak ada B. SIFAT SALBIYAH (5) 2. QIDAM (Terdahulu / tidak berawal) 📖 Dalil: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. Al-Hadid: 3) 3. BAQA (Kekal) 📖 Dalil: “Semua yang ada di bumi akan binasa, dan tetap kekal wajah Tuhanmu.” (QS. Ar-Rahman: 26–27) 4. MUKHALAFATU LIL HAWADITS (Tidak menyerupai makhluk) 📖 Dalil: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. Asy-Syura: 11) 5. QIYAMUHU BINAFSIH (Berdiri sendiri, tidak butuh) 📖 Dalil: “Allah Maha Kaya dari seluruh alam.” (QS. Al-Ankabut: 6) 6. WAHDANIYAH (Esa) 📖 Dalil: “Katakanlah: Dia Allah Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) C....

Bahaya Memahami “Wajah, Tangan, Kaki” Secara Fisik dalam Aqidah

Gambar
Dalam sebagian penyampaian dakwah, lafaz seperti “wajah Allah”, “tangan Allah”, bahkan riwayat tentang “kaki” disampaikan seolah-olah itu anggota tubuh. Di sinilah letak bahaya besar dalam akidah. Padahal prinsip paling tegas dalam Al-Qur'an adalah: لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. الشورى: 11) Ayat ini adalah fondasi: Allah tidak menyerupai makhluk, tidak berbentuk, tidak tersusun dari bagian-bagian. Namun di sisi lain, memang ada lafaz seperti: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ “Tangan Allah di atas tangan mereka.” (QS. الفتح: 10) Dan: كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.” (QS. القصص: 88) Juga dalam hadits disebutkan: حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيهَا قَدَمَهُ “Hingga Tuhan Yang Maha Mulia meletakkan ‘kaki’-Nya ke dalamnya (neraka).” (HR. Bukhari & Muslim) Di sinilah ujian akidah: Apakah lafaz ini dipahami sebagai anggota tubuh? Jika iya, maka terjadi beberapa kerusakan besar: Menyeru...

Tragedi Karbala: Luka Sejarah yang Tak Pernah Sembuh

Gambar
Sejarah Islam tidak hanya berisi kejayaan, tetapi juga tragedi yang meninggalkan luka mendalam di hati umat. Salah satu peristiwa paling memilukan adalah gugurnya Husayn ibn Ali dalam peristiwa besar yang dikenal sebagai Pertempuran Karbala. Peristiwa ini bukan sekadar konflik politik, tetapi menjadi simbol perjuangan antara kebenaran dan kekuasaan, antara moralitas dan ambisi duniawi. Namun, untuk memahami tragedi ini secara utuh, kita tidak bisa hanya melihatnya sebagai peristiwa berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari rangkaian konflik panjang yang dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad ﷺ. Awal Retakan: Setelah Wafatnya Nabi Setelah Rasulullah ﷺ wafat pada tahun 632 M, umat Islam menghadapi pertanyaan besar: siapa yang berhak memimpin? Sebagian sahabat memilih jalan musyawarah yang menghasilkan pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah pertama. Namun, sebagian lain meyakini bahwa kepemimpinan seharusnya berada pada keluarga Nabi, khususnya Ali ibn Abi Talib. Perbedaan ini awalnya bersifa...

Islamabad Jadi Panggung Dunia: 71 Delegasi Iran Mengguncang Diplomasi Global, AS Dipaksa Duduk Setara

Gambar
Di tengah bara konflik yang belum sepenuhnya padam, sebuah langkah tak biasa mengguncang panggung geopolitik dunia. Iran tidak datang dengan satu dua diplomat, tidak pula sekadar utusan simbolik. Mereka datang dengan 71 orang delegasi penuh—sebuah sinyal keras bahwa ini bukan pertemuan biasa, melainkan pertaruhan besar atas arah masa depan kawasan dan dunia. Dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf dan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Iran membawa seluruh spektrum kekuatan: politik, keamanan, ekonomi, hingga strategi global. Ini bukan sekadar diplomasi—ini adalah demonstrasi kekuatan dalam bentuk paling halus: meja perundingan. Menariknya, panggung itu bukan di Washington, bukan pula di Teheran. Tapi di Islamabad—ibu kota Pakistan yang kini menjelma menjadi poros baru diplomasi dunia. Negara yang selama ini sering dipandang di pinggiran, justru tampil sebagai penjembatan dua kekuatan yang telah bermusuhan lebih dari empat dekade. Ini bukan kebetulan. Ini adalah sinyal ...

Saat Jenderal Bicara Perang, Dunia Terancam Kehancuran

Gambar
  Saat Jenderal Bicara Perang, Dunia Terancam Kehancuran Di tengah dunia yang semakin rapuh oleh konflik geopolitik, suara-suara yang seharusnya menenangkan justru kian tenggelam oleh gemuruh retorika militer. Pernyataan seorang jenderal tentang kesiapan mengerahkan ratusan ribu pasukan bukan sekadar strategi pertahanan, melainkan sinyal keras bahwa logika kekuatan kembali mendominasi arah peradaban manusia. Ketika angka-angka seperti “100 ribu tentara” dan “500 ribu pemuda” disebutkan dengan mudah, seolah yang dibicarakan hanyalah statistik—padahal di baliknya ada nyawa, keluarga, dan masa depan yang dipertaruhkan. Sejarah telah berulang kali memperlihatkan pola yang sama: perang hampir selalu diawali oleh kata-kata. Bukan kata-kata damai, melainkan kata-kata yang membakar emosi, membangun musuh, dan menciptakan legitimasi untuk kekerasan. Retorika seperti “membela keamanan” atau “melindungi kepentingan nasional” sering kali menjadi pintu masuk bagi konflik yang lebih besar. Di ti...